Ilmu Itu Bagai Mentari,
Untuk Menjadi Pelita Hati,
Ilmu Jika Tak Di Cari,
Takkan Mungkin Datang Sendiri,

Prinsip Hidup Seterik Mentari,
Untuk Menjadi Perisai Diri,
Jangan Hanya Bermimpi-Mimpi,
Bagai Orang Gila Bercakap Sendiri,

Akhir Hidup Tak Bertali,
Matinya Pula Di Keji-Keji,
Keji Sifat Buruk Peribadi,
Selagi Sifat Tak Di Perbaiki…

Memutar Berkata Hidup Merana,
Kerna Merasa Hidup Sempurna,
Tak Bermakna Itu Semua,
Kerna Itu Hanya Sementara,

Takkala Kepercayaan Berlalu Pergi,
Kehormatan Musnah Dengan Sendiri,
Hidup Merana Kesilapan Diri,
Memusnah Kepercayan Yang Diberi.

Niat Baik Di Sangka Jahat,
Kerna Merasa Kedudukan Tergugat,
Itulah Pemusnah Insan Bersifat,
Takkan Selamat Dunia Akhirat,

Jangan Mengejar Bayangan Diri,
Kepercayaan Semula Takkan Kembali,
Keseronokan Hanya Mainan Duniawi,
Esok Lusa Menangis Sendiri.

Allah berfirman, ”Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air hujan yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai pula perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan ia laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada orang-orang yang berpikir.” (QS 10: 24).